Saat Bingung Memilih Pasangan

Dalam memilih pasangan hidup, baik bagi laki-laki maupun perempuan keduanya memiliki hak untuk memilih yang paling tepat sebagai pasangannya. Hal itu dikenal dalam Islam yang namanya 'kufu' ( layak dan serasi ), dan seorang wali nikah berhak memilihkan jodoh untuk putrinya seseorang yang sekufu, meski makna kufu paling umum dikalangan para ulama adalah seagama.

Namun makna-makna yang lain seperti kecocokan, juga merupakan makna yang tidak bisa dinafikan, dengan demikian PROSES MEMILIH ITU TERJADI PADA PIHAK LAKI-LAKI MAUPUN PEREMPUAN. Disisi lain bahwa memilih pasangan hidup dengan mempertimbangkan berbagai sisinya, asalkan pada pertimbangan-pertimbangan yang wajar serta Islami, merupakan keniscayaan hidup dan representasi kebebasan dari Allah yang Dia karuniakan kepada setiap manusia, termasuk dalam memilih suami atau istri. Aisyah Ra berkata, "Pernikahan hakikatnya adalah penghambaan, maka hendaknya dia melihat dimanakah kehormatannya akan diletakkan"

Rasulullah pun bersabda, "Barang siapa yang menjodohkan kehormatannya dengan orang yang fasik maka dia telah memutus rahimnya" (HR Ibnu Hibban). Nabi juga pernah memberikan pertimbangan kepada seorang sahabiyah yang datang kepadanya seraya minta pertimbangan atas dua orang yang akan melamarnya, lalu Nabi menjawab, "Adapun Muawiyah bin Abi sufyan dia sangat ringan tangan (alias gampang memukul), adapun yang lainnya adalah orang yang fakir tidak memiliki harta yang banyak." Lalu Nabi menikahkannya dengan Zaid bin Haritsah.

Dan untuk memantapkan pilihan, terutama dari berbagai alternatif sebaiknya melakukan shalat istikhorah baik di tengah malam maupun di awalnya, dan lakukan secara berkali-kali. Jika telah dilakukan berkali-kali maka KEMANTAPAN YANG ADA ITULAH YANG INSYA ALLAH MERUPAKAN PETUNJUK-NYA, DAN ITULAH YANG LEBIH DIIKUTI. Tetapi perlu diingat, bahwa informasi yang dominan pada diri seseorang sering yang lebih berpengaruh terhadap istikhorah, oleh karena itu perlu dilakukan berkali-kali. Dan untuk membedakan apakah itu keputusan yang dominan adalah selera semata atau dominasi istikharah agak sulit, kecuali dengan berkali-kali, sekalipun salah satu tanda bahwa itu adalah petunjuk dari Allah adalah dimudahkannya urusan tersebut, tetapi hal tersebut bukan satu-satunya alamat yang mutlak.

Juga apabila persoalan apakah diri kita jual mahal atau tidak tergantung pada niat dan representasinya, karena itu Rasulullah menegaskan, "Sesungguhnya segala pekerjaan membutuhkan niat dan pekerjaan seseorang sangat dipengaruhi oleh niat. Barang siapa yang niatnya kepada Allah maka dia (dalam representasinya) akan sesuai dengan Allah dan Rasulnya, dan barang siapa yang niatnya kepada dunia atau wanita maka (representasinya) akan sesuai apa yang diniatkan" (Muttafaq alaih).

Untuk menghindarkan tuduhan itu maka buktikan dalam representasi kita sehari-hari, sebagai contoh bahwa tuduhan itu akan benar jika memang salah satu kebiasaan kita adalah chatting dengan teman-teman baru yang notabenenya lebih banyak para laki-laki untuk seorang perempuan, dan sebaliknya, berbeda misalnya kalau teman yang kita ajak chatting adalah para wanita atau dalam bahasa yang digunakan bersifat umum, tidak ada yang rahasia sehingga tidak khawatir kalau harus dibaca orang. Ini hanya sekelumit contoh yang barangkali kurang tepat untuk yang bingung memilih pasangannya. Tapi ada hal yang cukup penting untuk diketahui bahwa UNTUK MENGENAL SESEORANG TENTU TIDAK CUKUP DENGAN BERKOMUNIKASI SESAAT.

Pernah suatu hari Sahabat Umar bin al-Khattab mendengar seseorang memuji orang lain hingga Umar agak merasa keheranan lalu Umar bertanya, "Apakah kamu pernah bepergian dengannya?" Jawab orang tadi, "Belum." "Apakah kamu pernah bertransaksi dengannya?" Jawab orang tadi, "Belum." "Apakah kamu pernah bertetangga dengannya?" Jawab orang tadi, "Belum." "Apakah kamu pernah melihatnya dia melakukan shalat?" Jawab orang tersebut, "Ya, aku melihat dia rajin shalat, menunaikannya sesuai dengan waktunya." Lalu kata Umar, "Kalau begitu anda belum kenal dengan baik orang tersebut." Tetapi untuk mengenali tiga poin pertama dari empat poin tersebut bisa dilakukan dengan cara MENANYAKAN ORANG YANG PALING DEKAT DENGANNYA, DAN YANG DAPAT DIPERCAYA.

Adapun bila kita dihadapkan suatu pilihan lebih dari satu, tentu sewajarnya seorang akan memilih yang terbaik baginya, meskipun PILIHAN TERBAIK BAGINYA TIDAK SELALU IDENTIK DENGAN PILIHAN YANG TERBAIK BAGI UMUM, KARENA SESEORANG TENTU MEMILIKI PERTIMBANGAN YANG SANGAT KHUSUS YANG TIDAK DIMILIKI ORANG LAIN.

Dari uraian diatas, kebingungan untuk memilih pasangan hidup dapat diatasi dengan beberapa tips berikut ini,

1. pilihlah karena agamanya,
2. kenali dengan cara menanyakan kepada orang yang paling dekat dengannya dan dapat kita percaya,
3. letakkan niat pada tempat yang benar, karena segala perbuatan membutuhkan dan sangat dipengaruhi niat,
4. sholat istikhorah untuk mohon petunjuk kepada Allah juga patut dilakukan,
5. apabila semua ini telah dilakukan, maka pasrahkan diri kepada Allah SWT akan keputusan-Nya, jangan keluh kesah, karena itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah,
6. dan terakhir, jangan bosan untuk berbekal ilmu pernikahan :), karena berbekal ilmu adalah lebih baik daripada tidak membekali diri pada saat masuk ke dunia yang baru.

Masalah jodoh hanya Allah yang tahu, siapa pasangan kita sebenarnya, itulah rahasia Allah. Kita hanya diminta untuk berusaha, dan Allah-lah penentunya, terkadang Dia menentukan pilihan-Nya itu diluar dugaan dan rasio kita sebagai seorang manusia, tapi itulah ketentuan Allah. Jika memang harus menerima kenyataan di luar kehendak kita, maka ingatlah untuk tidak sembarangan memberikan cinta kepada siapapun, karena kadar cinta kita kepada Allah harus lebih tinggi dari itu semua. Yang terbaik menurut Allah, itulah yang paling utama.

Selamat berjuang akhi, selamat berjuang ukhti..., mulailah dengan bismillah dan niat yang benar, insya Allah, ridho-Nya akan selalu menghampiri, dan semoga Allah selalu memudahkan urusan antum.

Wallahu alam bi showab,

Anda bingung karena dibid’ahkan?

Tulisan ini bermula karena ramainya perkelahian tulisan-tulisan seperti di sini, kemudian di sini, dan juga di sini. Juga karena di forum e-learningnya mahasiswa UII yang ada di sini, juga lagi ribut-ribut masalah bid’ah, siapa yang pantas disebut sebagai ulama, dan lain sebagainya.

Sebagai orang yang pernah berinteraksi dengan jama’ah salafi ini, ada banyak cerita yang muncul, semuanya berasal dari pengalaman sendiri, melihat, dan menyimpulkannya mencermatinya.

Dulu sekali, kira-kira 12 tahun yang lalu, pertama kali aku mengenal jama’ah salafi ini. Masih ingat saat itu ketika SMA, kita semua yang mengaji di kelompok tarbiyah yang kemudian bertransformasi jadi PK sebelum jadi PKS, dikumpulkan semua oleh kakak-kakak kelas untuk diberikan “pencerahan” wejangan. Intinya, kita semua diminta keluar dari kelompok pengajian “tarbiyah”, karena dianggap sebagai golongan yang sesat dan tempatnya di neraka.

Well, terus terang saat itu sempat juga merasakan shock, bingung, dll. Apanya yang sesat ? Pikir kita saat itu, perasaan yang disampaikan oleh murabbi pembina isinya baik-baik semua. Tapi karena faktor kedekatan dengan kakak kelas yang berinteraksi jauh lebih banyak dengan kita ketimbang pembina yang hanya seminggu sekali, tak pelak, aku pun sempat mengikuti kajian-kajian yang diberikan oleh jama’ah salafi ini.

Terus terang saat itu, sama sekali tidak ada perasaan memusuhi, membenci dan lain sebagainya, yang ada hanya yang penting ngaji. Karena pingin nambah pemahaman tentang Islam. So, saat itu aku ngaji di dua tempat, yang satu di kelompok tarbiyah, yang satu lagi di pengajiannya salafi. Walhasil, sempat pula aku menjadi seorang dengan dalil PokoknyaTM seperti yang disebut di sini sama di sini, sama orang tua kalau berdebat bisa sedikit kasar panas, misal rame masalah tahlilan, masalah kuburan, dll.

Tapi seiring perjalanan masa, lama-kelamaan ada juga perasaan ganjil yang muncul, kok sepertinya aku menjadi orang yang sangat keras sekali kalau ada perbedaan, perjalanan kembali menghantarkan ketika akhirnya bertemu dengan salah seorang ustadz lulusan dari LIPIA Jakarta, yang saat itu mengatakan, “Setelah saya membaca semua kitab fiqh madzhab yang ada, saya semakin memahami bagaimana harus bersikap terhadap perbedaan.”

Puncak ketidakpercayaan kegelisahan terhadap jama’ah ini sebenarnya muncul setelah saat muncul kajian berjudul “Pedang Terhunus Kepada Ja’far Umar Thalib” (hii … judul kajiannya aja mengerikan sekali), yang kemudian dibalas dengan kajian oleh kelompok Ustadz Ja’far yang menyerang jama’af salafi yang lain. Sehingga saat itu di jogja terkenal dua kelompok salafi, yakni Salafi Utara Lor (degolan a.k.a Ust. Ja’far) dan Salafi Selatan Kidul (jamilurrahman a.k.a Ust. Abu Nida’).

Fitnah inilah yang semakin menguatkan ketidakpercayaan tadi, bagaimana mungkin, dua-duanya mengaku mengikuti manhaj salaf, dua-duanya mengaku paling benar dalam mengikuti salafush shalih, yang terjadi justru klaim-mengklaim. Dua-duanya merasa dirinyalah yang berada di jalan paling benar. Inilah yang terjadi, jika klaim kebenaran hanya berlaku bagi kelompoknya sendiri, barangkali mereka lupa perkataan Imam Malik rahimahullah yang mengatakan bahwa semua perkataan dapat diambil dan ditolak kecuali pemilik kubur ini (sambil menunjuk makam Nabi SAW). Klaim kebenaran dengan semena-mena dinisbatkan kepada satu kelompok saja. Belakangan kelompok Salafi ini pun pecah lagi menjadi tiga, Salafi Ja’fariyyun, Salafi Sururiyin (Abu Nida’ dkk), dan Salafi Garis Keras. Makin rumit kan? semuanya ngaku sebagai thoifah al manshuroh (yang diselamatkan di hari kiamat). Satu hal lagi yang membuatku enggan dan keluar dari kajiannya salafi adalah hobi mereka yang suka menganjing-anjingkan dan “membantai” dengan kata-kata buruk kepada orang lain yang tidak sama pendapatnya dengan mereka.

Meskipun demikian, semuanya masih membawa atribut yang sama, yakni terlalu mudah membid’ahkan orang lain. Dikit-dikit bid’ah, dikit-dikit bid’ah. Meski kadang dalam membid’ahkan sesuatu banyak sekali inkonsistensi yang muncul. Yang pada akhirnya, ditertawakan tidak dipercayai oleh orang lain. Ada satu nasihat yang pernah diberikan kepada saya tentang bid’ah-bid’ah ini, “Akhi, antum catat saja semua perkara bid’ah yang mereka sebutkan. Tulis baik-baik, taruh dalam dompet, buka 10 tahun lagi.” Eh belum ada 10 tahun, boro-boro, baru satu tahun aja kadang fatwanya sudah berubah lagi.

Berikut daftar-daftar bid’ah dan kesesatan yang dulu pernah dibuat oleh mereka yang kemudian dimentahkan sendiri, terus terang saya tidak ada bukti otentik dan ilmiah sehingga pasti saya mudah diserang arena dianggap menebar fitnah, tapi yang ada adalah ingatan saya selama cukup banyak berinteraksi dengan mereka. Semoga ingatan saya tidaklah salah.

1. Organisasi. Pertama kali salafi muncul, mereka enggan berorganisasi, karena bagi mereka Nabi Muhammad SAW tidak pernah berdakwah dengan cara organisasi. Nggak ada yang namanya ketua, bendahara, ketua bidang ini, ketua bidang itu, dll. Namun sekarang kita lihat, dimana-mana yayasan salafi bergerak pada bidang pendidikan, kesehatan, dll. Kemudian mereka juga terlibat sebagai pengurus takmir masjid. Apa itu namanya bukan organisasi? Masih ingat jelas, dulu mereka paling anti masuk ROHIS (Kerohanian ISLAM), alasannya, Rohis adalah organisasi …
2. Kuliah/Sekolah di Universitas/Sekolah Negri. Jangan harap jika anda adalah salafi generasi awal, anda bisa merampungkan kuliah. Karena kuliah dulu adalah tempat ikhtilath alias tempat campur baur wanita dan laki-laki. Tidak layak untuk diikuti. So, saat itu populer disebut sebagai gerakan Ingkar Kampus. Secaranya pada DO dengan sadar diri. Tapi sekarang? Mana ada kampus negri (at least di Jogja yang saya tahu) yang tidak ada Salafi. Lihat aja di UGM, banyak sekali temen-temen salafi yang masih tekun menyelesaikan pendidikannya di kampus negri, padahal jelas-jelas dia adalah tempat ikhtilath.
3. Foto/Video. Kalau yang satu ini, kelompok Salafi cukup terpecah belah, kalau macam Salafinya ustadz Abu Nida’ kukira sudah cukup kompromistis dengan foto dan video. Karena sudah sering kulihat di friendster, rekan-rekan salafi kidul yang pada narsis majang foto-foto mereka :-D. Tapi, masih ada yang konsisten kok, Salafi garis kerasnya masih ada yang sampai sekarang gak sudi difoto maupun divideo. Dulu sih sempat pendapatnya gini yang gak boleh adalah foto, sementara video boleh. Gubraks, saat itu sama seorang kawan aku tertawa, gimana gak tertawa, apa mereka gak tahu, bahwa video itu adalah kumpulan Foto (still picture) yang diganti-ganti dalam frame (pelajari tuh MPEG theory). Aneh bin ajaib aneh banget deh …
4. masih ada, tapi gak usah ditulis, kepanjangan nanti …

Pernah suatu ketika saya tanya, “Ahlul bid’ah itu adalah sebutan bagi pelaku bid’ah kan?“, “Iya …“, “terus qunut shubuh itu bid’ah bukan?“, jawabnya “Iya ..“, “Terus apa anda berani mengatakan bahwa Imam Syafi’i yang menganjurkan Qunut Shubuh sebagai Ahlul Bid’ah …???? “, “….diam seribu bahasa …“. * aku terus kabur sambil tersenyum meninggalkan dia yang kebingungan *

Pernahkan anda Menghadapi stress di kantor

Stres sudah menjadi sesuatu yang biasa dalam kehidupan dan biasanya terjadi karena aktivitas sehari-hari, entah itu karena pekerjaan, hubungan dengan kekasih atau masalah pribadi yang membuat Anda terpuruk. Untuk meminimalkan hal tersebut dan mengembalikan senyum di wajah Anda, berikut beberapa cara agar Anda dapat mengatasi dengan sumber stres Anda setiap harinya.

Kurangi sumber stres. Sebagai contoh, jika berada dalam kerumunan sangat mengganggu Anda, pergilah ke supermarket di mana Anda tahu pasti antriannya tak akan terlalu panjang. Cobalah menyewa video atau DVD daripada menonton di bioskop yang penuh orang. Bereskan hunian Anda dengan memberikan atau menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak berguna, atau bisa jadi Anda membuka garage sale merupakan salah satu cara terbaik untuk ini. [...]

Jika Anda selalu terlambat, coba pikirkan bagaimana Anda membagi waktu. Dimulai dengan berangkat kerja, katakanlah membutuhkan waktu 40 menit untuk sampai ke kantor, sudahkah Anda berangkat tepat waktu? Anda dapat menyelesaikan masalah dan mengurangi tingkat stres dengan hanya menjadi lebih realistis. Jika Anda selalu tidak punya cukup waktu untuk seluruh aktifitas penting, mungkin ini sudah suatu pertanda kalau Anda mencoba melakukan terlalu banyak. Sekali lagi, coba buat daftar apa yang Anda lakukan seharian dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan. Kemudian coba sederhanakan.

Hindari kemungkinan terjadinya stres yang masih bisa Anda prediksikan sebelumnya. Jika olahraga atau permainan tertentu bisa membuat Anda tegang (entah itu tenis atau catur), tolak ajakan untuk bermain itu. Kesimpulannya, inti dari segala aktivitas haruslah menyenangkan. Jika Anda yakin itu tidak seperti itu, tidak ada alasan untuk ikut melakukannya.

Jika stres terus tak bisa disingkirkan maka singkirkanlah diri Anda. Menghilanglah sebentar untuk menyendiri. Momen yang tenang ini akan memberikan suatu sudut pandang baru untuk mengatasi masalah. Jauhi orang-orang yang berpotensi menimbulkan stres. Sebagai contoh, jika Anda tidak cocok dengan mertua, tetapi tidak ingin menjadikannya itu menjadi suatu masalah, undanglah ipar-ipar yang lain di waktu yang bersamaan anda mengundangnya. Adanya orang lain di sekitar Anda akan meredam beberapa tekanan yang akan Anda rasakan.

Bersaing dengan orang lain, entah itu dalam keberhasilan, penampilan atau kekuasaan merupakan sumber stres yang tidak dapat dihindari. Anda mungkin tahu orang seringkali melakukan apa saja yang bisa menimbulkan keirian. Solusinya sebenarnya sangat sederhana, cobalah puas dengan apa yang Anda punya. Stres akibat keirian semacam ini hanya akan merugikan diri sendiri.

Perangkat kerja seperti handphone atau jaringan komputer, seringkali membuat kita terlalu menjejalkan banyak aktivitas dalam setiap harinya. Sebelum membeli peralatan baru, pastikan itu sungguh-sungguh akan mengembangkan hidup Anda. Berhati-hatilah, karena merawat dan menservis suatu peralatan dapat menjadi satu faktor pemicu timbulnya stres.

Lakukan hanya satu macam pekerjaan saja dalam satu waktu. Sebagai contoh, ketika berlatih di sepeda statis, Anda tidak perlu untuk mendengarkan radio atau melihat TV.
Ingatlah, terkadang tidak ada salahnya jika tidak melakukan apa-apa. Jika Anda mengalami insomnia, sakit kepala, demam yang tidak sembuh-sembuh atau gangguan perut, coba lihat apakah stres yang menjadi masalahnya. Terus menerus marah, frustasi atau gelisah akan menurunkan daya tahan fisik kita. Jika stres Anda menjadi semakin parah, carilah bantuan para ahli atau terapis. Tanda awal dari stres yang parah yaitu mulai hilangnya akal sehat dan keengganan bangun di pagi hari untuk menghadapi hari yang baru.
sumber : accentfashion.com

Bagaimana Cara Menghadapi Stress

Kiat berikut ini pernah saya baca di majalah Tarbawi, lupa edisi berapa. Ada beberapa yang saya kurangi atau tambah-tambahin tentu saja tanpa maksud untuk mengurangi nilai-nilai hikmahnya. Kurang lebihnya, maafkanlah…

#1. Kendalikan Keinginan.
Semakin kuat keinginan, ancaman stress semakin besar. Karenanya, kendalikan setiap keinginan. Bukan berarti tidak boleh mempunyai tekad kuat mencapai sesuatu. Hanya saja kadangkala kita tidak seimbang memposisikan diri dalam mengejar cita-cita. Lunakkan keinginan sehingga akhirnya bisa dicapai dan menjadi kenyataan.

#2. Kenali kemampuan dan potensi diri dengan baik.
Seseorang akan menjadi lebih bahagia bila mengetahui bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu yang berguna, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Ingatlah bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk.
Jadi, mengutip pendapat suami saya, saya hanya punya satu kelebihan yakni TIDAK PUNYA KEKURANGAN. semua yang ada pada diri saya adalah suatu kelebihan (lebih pendek, lebih pemarah, lebih …. pokoknya semua lebih deh!) Yakinlah bahwa setiap orang punya tugas dan kewajiban masing-masing di muka bumi ini dan untuk itu ia diciptakan dengan segala kelebihan yang dimilikinya, yang belum tentu dimiliki oleh orang lain.

#3. Berpikir positif.
Ada pepatah kuno yang mengatakan : “Lebih baik menyalakan lilin daripada menyalahkan PLN” (beneran ada pepatah seperti ini?). Maksudnya, daripada terus dongkol karena mati lampu, nyalain lilin dong! Kan jadi terang. Pake Emergency Lamp lebih bagus lagi.
Pokoknya gitu deh… Positive In, Negative Out.
Berhenti mencari kesalahan orang lain dan buatlah perubahan yang penting dilakukan pada diri sendiri.
Melihat segala sesuatu itu harus dari sisi baiknya. Jangan terus menerus memikirkan sisi negatifnya. Dengan kacamata hitam seperti itu, yang muncul adalah keinginan yang tidak dinginkan.

#4. Ekspresikan kesedihan, kekhawatiran, kegelisahan dalam berbagai bentuk.
Cobalah berbicara pada orang lain, menyanyi, tertawa (asal jangan berlebihan), nangis, atau menulis puisi seperti yang dilakukan Adit (bentar lagi orangnya datang nih!). Yang paling baik adalah menjalin persahabatan dengan orang-orang yang bisa memberi nasehat, menghibur dikala susah, mengingatkan dikala khilaf, pokoknya bersahabatlah dengan orang baik *seperti saya (protes = iri)*

#5. Tingkatkan iman.
Ini solusi yang paling penting.
Manusia itu terdiri dari 3 unsur : Fisik, Akal, Ruh. Ketiganya harus diberi makan agar tetap hidup dan berkembang.
Makanan fisik adalah : makanan dan minuman
Makanan Akal adalah : Ilmu pengetahuan (kenapa juga linknya ke tempat Rezki? Btw, tengkyu buat semua ilmunya)
Makanan Ruh adalah : Iman.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kelimanya memang gampang diucapkan dan dinasehatkan pada orang lain, tapi kenyataannya susah banget diterapkan. Perlu latihan ekstra dan semangat juang tinggi.
Kadangkala kita mengerti secara teoritis, tapi nyatanya kita tidak siap mental. Jadi terus SEMANGAT !!!!

Harmoko saja Bingung

Setelah tahu pasti bahwa dirinya bakal menjadi anggota MPR/DPR RI, Harmoko kebingungan. Pasalnya, dia harus memanggil Presiden Soeharto dengan sapaan "Saudara Presiden". Lebih sial lagi kalau dia menjadi Ketua DPR, artinya dia harus lebih sering memanggil dengan sapaan itu. Jelas sungguh sulit karena seumur-umur dia tidak pernah melakukannya.

"Bune, bagaimana ini yaa baiknya. Aku kan jadi pakewuh nanti," katanya pada sang istri.

"Aduh Pakne, aku juga bingung," jawab Yu Srie, "Lebih baik Pakne konsultasi saja dengan Bapak Presiden bagaimana sebaiknya."

Maka berangkatlah Harmoko ke Cendana. Setelah membungkuk dalam-dalam Harmoko menjelaskan masalah yang menjadi beban pikirannya itu.

Sebagai orangtua yang arif Soeharto lantas memberi jawaban yang menyejukkan, "Moko, kamu ndak usah bingung", kata Soeharto dengan senyumnya. ‘Kamu boleh saja menyebut daripada aku dengan sapaan "Saudara Presiden". Itu sudah seharusnya, dan itu konstitusional. Tapi supaya perasaanmu enak, sebelum kamu mengucapkan "Saudara Presiden" kamu lebih dulu mengucapkan "sesuai petunjuk Bapak Presiden", kan begitu?"

Bingung pilih 1 diantara 3

Saya … umur 18 tahun. Saya mau cerita ttg problem saya. Saat ini saya sedang menjalin hubungan dgn seseorg sbut saja si “A”. Saya kenal dia dari dunia maya dan hubungan kita sudah 9bulan tapi kita sama sekali blm prnh ktemu. Dia juga ingin menikahi saya. Namun saat ini saya juga mempunyai 2orang teman laki – laki yang ingin menikahi saya juga. Sebut saja si “B” usianya sudah agak tua dan si “C” masih muda sama seperti si “A”,dan menurut saya pekerjaan mereka sama – sama sudah bagus namun ditinjau dari segi perekonomiannya si “B” lebih mapan dari mereka. Menurut saya ketiganya sama – sama bagus. Ow,ya semuanya saya kenal dari dunia seperti itu. Saya bingung sekali untuk memutuskan persoalan besar ini pak. Menurut pak ustadz saya harus pilih yang mana? Mohon dibalaz pak ustadz..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baru berusia 18, sudah diminati banyak pelamar. Hebat. Bagi-bagi dong kiatnya gimana! Supaya temen2 lain, khususnya yang sudah 20-an ke atas, juga bisa gitu.

Mungkin karena banyaknya pilihan, jadi bingung deh. Eh, apa bener, penyebab bingung itu banyaknya pilihan? Saat pemilu, pilihannya lebih banyak. Tapi nggak bingung tuh!

Menurutku, kebingungan kita itu biasanya disebabkan oleh hal-hal lain yang lebih bersifat kualitatif daripada kuantitatif. Diantaranya:

* kurangnya ilmu mengenai cara efektif untuk tentukan pilihan
* kurangnya informasi mengenai alternatif-alternatif yang bisa kita pilih
* kurangnya dukungan terhadap pilihan yang hendak kita tentukan
* kurangsiapnya kita untuk menghadapi perubahan yang akan timbul lantaran penentuan pilihan itu
* kurang melibatkan Sang Maha Penentu

Kalau kurang ilmu, belajar dong! Berkonsultasi seperti ini merupakan bagian dari belajar. Tentu masih ada banyak cara lain. Diantaranya baca buku. ‘Kan ada banyak tuh buku tentang cara memilih yang efektif. Diantaranya: Istikharah Cinta: cara cerdas mendapatkan jodoh ideal.

Kalau kurang informasi, gali dong! Penggalian informasi yang paling efektif mengenai seseorang adalah melalui interaksi tatapmuka, terutama dari “bahasa nonverbal”-nya, seperti tatapan mata, bahasa tubuh, perilaku, dsb. (Kalau belum pernah bertatapmuka, pastilah kita kekurangan informasi walau mungkin belum menyadarinya). Kemudian untuk menyempurnakan informasi mengenai seseorang itu, kita perlu cari tahu dari sekurang-kurangnya dua orang “saksi” yang adil. Andai terlambat mengetahui bahwa orang itu ternyata telah beristri, bisa berabe, ‘kan? (Untuk contoh kasus, lihat “Harapan, Jodoh dalam Mimpi, dan Hukum Karma.)

Untuk memperoleh dukungan terhadap pilihan kita, dapatlah kita bermusyawarah dengan orang-orang yang kita harapkan dukungannya, seperti orangtua, saudara, dan sahabat dekat. Dukungan kuat akan kita dapatkan apabila kita memperkenalkan si dia sedini mungkin. (Lihat “Akrabilah keluarga si dia sedini mungkin!“) Untuk itu, semua teman lawan-jenis kita itu perlu kita perkenalkan. Kita tak usah menunggu mereka menjadi pacar kita atau apalagi menunggu saat si dia hendak melamar kita.

Supaya kita siap secara obyektif, kita perlu memenuhi sebagian besar dari “kriteria siap nikah”. (Lihat halaman Kriteria Siap-Nikah.) Ada kalanya, walau secara obyektif kita sudah siap, mental kita belum siap menghadapi perubahan. Nah, supaya mental kita siap, langkah yang paling efektif adalah doa & dzikir. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah, hati menjadi tenang. (Lihat Doa & Zikir Cinta.)

Untuk melibatkan Sang Maha Penentu, lakukanlah istikharah. Dengan istikharah, kita bisa memohon Dia memilihkan yang terbaik bagi kita, memohon Dia mentakdirkan yang sesuai dengan pilihan kita, atau pun memohon Dia memudahkan jalan untuk itu semua. (Lihat Istikharah Cinta: cara cerdas mendapatkan jodoh ideal.)

Obat Bingung

Pak FX Hadi Tjokrosusilo menutup laptopnya. Kami baru saja selesai berbincang soal materi pelatihan beliau di tempat klien saya dimana lembaga yang saya pimpin menjadi provider-nya, ketika Mbak Nancy Mokoginta bertanya, "Mas, kita nanti mau membicarakan apa ?". Saya jawab, "Nggak tahu Mbak, saya masih bingung ..".

Limabelas menit lagi jam tujuh malam. Itu adalah waktunya saya memulai siaran perdana "PROVOKASI" di Smart FM. Setelah 'mundur' hampir setahun untuk menjawab permintaan Mas Dedi Irawan dan Mas Toto untuk talkshow reguler di radio bisnis dengan jaringan stasiun terbesar di Indonesia, akhirnya saya berani juga berkomitmen waktu. Beberapa hari sebelumnya saya memang mencari-cari topik perdana apa yang cocok untuk 'memprovokasi' pendengar Smart FM seluruh Indonesia. Saya mencari masukan lewat facebook, obrolan santai dengan teman, observasi kemana-mana. Semuanya berujung kepada satu hal : bingung.

"Belum tahu Mbak, masih bingung ..", jawab saya.

Saya lihat wajah Mbak Nancy agak menegang. Saya tahu ia grogi, sama dengan saya. Bahkan untuk menentukan konsep talkshow saja, saya baru menemukan ide dua hari sebelum hari H., yaitu obrolan santai tektok antara saya dan Mbak Nancy sang host. Untuk content topik perdana, masih blank. Karena beberapa kali saya membayangkan blank untuk topik perdana, saya malah diserang gugup. Padahal 'belanda masih jauh'. Akhirnya mendingan tidak usah saya pikirkan sama sekali. Santai saja.

Tiba-tiba, seperti ada 'blink', saya langsung ngomong, "Nah, kalau begitu kita membahas soal bingung saja Mbak ..". Cling ! .. Wajah Mbak Nancy seperti terkena cipratan air yang dikepret dukun. "Pokoknya motto acara kita 'bebas, aktif, dan tidak terarah' ... hehehe .. ", imbuh saya. Belakangan, ia memang cerita bahwa apa yang saya pikirkan persis dengan apa yang ia pikirkan.

Setelah ziarah ke toilet sambil meregangkan otot menghilangkan perasaan gugup, saya memasuki ruang siaran dengan degup jantung yang ngebut. Saya nikmati saja kegugupan dan kebingungan ini dengan yakin pada satu keyakinan saya : apapun yang saya bicarakan, pasti ada manfaatnya.

Mbak Nancy berhasil membuka acara dengan sangat manis, karena kalimat pertamanya mengandung kata 'bingung'. Kuatlah konsep content acara perdana itu : bingung. Singkat cerita, kejujuran akan kebingungan ternyata membawa berkah. Listener yang bertanyapun banyak bicara soal bingung. Bahkan, penanya pertama mengaku bingung mau tanya apa.

Setelah bicara ngalor-ngidul yang kadang tidak terarah sebagaimana motto konsep acara ini, akhirnya di ujung talkshow ketemu juga learning point dari soal 'bingung' ini. Bahwa untuk menjadi tidak bingung, alias bingungnya hilang, tipsnya adalah : anggap saja tahu, lalu action saja. Nanti akan ketemu jawabannya.

Sehari sesudah talkshow, dalam briefing kepada mahasiswa yang hampir DO karena belum membuat thesis karena bingung mau menulis apa, saya membagi pengalaman dan tips di talkshow semalam soal mengatasi kebingungan.

Sebenarnya saya tidak mengada-ada. Karena justru tips mengatasi bingung itu sudah saya ujikan di talkshow perdana saya. Saya masuk ruang siaran dengan bingung, dan keluar ruang siaran sudah tidak bingung lagi. Sambil bingung, action saja, nanti keajaiban terjadi setelah itu

Obat Anti Bingung Yang Teramat Manjur

Obat ini terbukti sangat ampuh untuk saya, khususnya dalam memilih dan
menjalankan bisnis-bisnis afiliasi, member get member, mlm, dan
sejenisnya. Semoga obat ini juga berkerja dengan baik untuk Anda.
Internet meniadakan batasan ruang dan waktu. Peluang-peluang terbaik
bertebaran di dalamnya. Banyak orang yang bingung dengan tumplek blek
nya peluang bisnis, peluang meningkatkan taraf hidup di belantara
dunia maya ini (sebenarnya di dunia darat pun demikian).

Pertanyaannya :

Peluang yang mana atau bisnis yang mana, yang telah anda ambil dan
anda sukses di dalamnya ?

Kalau sudah ada: Lanjutkan, sampai sesukses yang anda inginkan.

Anda pasti tidak ingin hanya bingung saja, pusing melihat terlalu
banyaknya peluang, sampai tidak mengambil satu atau lebih diantaranya.

Anda tentu tak mau seperti ayam yang mati di atas lumbung padi.

Anda mungkin ingin sukses di berbagi peluang yang muncul.

Anda tentu tak ingin menjadi LEMAH, masa melihat peluang saja bingung
:) apalagi menghadapi badai bencana, ancaman dan sejenisnya.

Seperti anda pergi ke sebuah Plaza atau Mall, semua barang tampak
bagus, semua terlihat menarik, jika anda ingin membeli semuanya maka
membawanya pulang pun anda tak akan mampu. Atau justru anda belum
mampu untuk membeli semuanya karena keterbatasan dana ?. Atau mungkin
anda memang tak perlu membeli semua yang anda lihat karena anda tidak
benar-benar menginginkannya?. Atau anda akan pulang dengan tangan
kosong karena di sana tadi bingung terlalu banyak yang bagus ? :)

Dalam bisnis,
Obatnya = Konsisten

Tentukan Bisnis Utama pilihan Anda lalu Konsitenlah dengan Pilihan
Utama Anda itu.

Lakukan apa saja yang perlu untuk sukses pada apa yang anda pilih itu.

Tidurlah lebih larut dan bangunlah lebih pagi untuk sukses di bidang itu.

Bertanyalah dan Belajarlah hanya pada orang yang telah sukses di
bidang tersebut.

Pikirkanlah setidaknya 5 menit setiap jam-nya untuk melakukan
perbaikan, inovasi, strategy yang lebih ampuh.

Ke website manapun anda berkunjung, pikirkan bagaimana menggunakan
website itu untuk memajukan bisnis yang anda pilih.

Bisnis baru apapun yang anda ambil untuk melengkapi atau mendukung
bisnis pilihan anda, tetapkanlah fokusnya, bahwa bisnis tambahkan
tersebut adalah untuk memperkuat bisnis pilihan utama anda.

Website baru apapun yang anda buat, di web apapun anda beriklan,
masukkan bisnis utama pilihan anda itu

Kerjakan

Kerjakan

Kerjakan

Sampai anda sukses, sesukses yang anda inginkan.

Andalah yang menentukan, Anda yang paling tau apa yang anda ingin capai.

Apa bisnis utama anda saat ini ?

Apa yang paling anda perlukan ?

Apa yang paling mampu anda jalankan ?

Di bisnis apa yang anda merasa paling mudah untuk sukses secara pribadi ?

Di bisnis apa yang anda akan merasa tidak sia-sia ?

Seberapa besar resiko yang paling sanggup anda pikul ?

Seberapa besar dana yang tersedia untuk anda memulai ?

Jika anda belum menemukan pilihan utama anda
Buatlah suatu daftar seperti ini (Ini CONTOH saja) :

seperti ini (Higest Credit get Most, team URL):

http://plazapulsa.com/index.php?c=obat.bingung.pulsa

Silahkan kunjungi web tersebut untuk mendapatkan detailnya.

Anda tinggal menambahkan sebanyak mungkin pilihan bisnis pada kolom di
sebelah kanan, dan pertanyaan yang relevan pada tiap barisnya.
Kemudian Jawab pertanyaan tersebut pada kolom bisnis yang sesuai
dengan Ya atau Tidak saja. Kemudian hitung yang mana bisnis yang
paling banyak jawaban Ya nya. Dalam contoh ini adalah Bisnis Pulsa.
Bisnis Pulsa inilah yang paling mungkin anda kerjakan dan di bisnis
ini anda yang paling mungkin untuk SUKSES.

Jika sudah demikian, maka KONSISTEN-lah melakukan apa yang perlu anda
lakukan seperti pada keterangan di atas.

Konsisten bukan berarti fanatik, membabi buta, atau menganggap bisnis
yang lain jelek. Melainkan : Apapun yang anda lakukan, apa saja yang
anda beli, uang berapa saja yang anda keluarkan, pelengkap apa saja
yang anda ambil adalah untuk sukses di Bisnis Pulsa tadi.
Apa bisnis utama anda saat ini ?

Informasi ini tidak berguna, kecuali anda menentukan pilihan utama dan
melakukan TINDAKAN.

Semoga tulisan ini menginspirasi anda HANYA UNTUK SUKSES dalam bidang
yang anda pilih. Saya doakan anda telah sukses, Saya doakan anda
semakin sukses lagi. Saya doakan anda membuat lebih banyak lagi orang
sukses di sekitar anda.

Jika pulsa adalah bisnis pilihan anda, klik di sini untuk memulainya
sekarang dengan segenap konsistensi:

http://plazapulsa.com/index.php?c=obat.bingung.pulsa
(Higest Credit get Most, team URL)

Best Regards
MUFLI,
PlazaPulsa.com Trainer

  ©

TOPO