Bingung pilih 1 diantara 3

Saya … umur 18 tahun. Saya mau cerita ttg problem saya. Saat ini saya sedang menjalin hubungan dgn seseorg sbut saja si “A”. Saya kenal dia dari dunia maya dan hubungan kita sudah 9bulan tapi kita sama sekali blm prnh ktemu. Dia juga ingin menikahi saya. Namun saat ini saya juga mempunyai 2orang teman laki – laki yang ingin menikahi saya juga. Sebut saja si “B” usianya sudah agak tua dan si “C” masih muda sama seperti si “A”,dan menurut saya pekerjaan mereka sama – sama sudah bagus namun ditinjau dari segi perekonomiannya si “B” lebih mapan dari mereka. Menurut saya ketiganya sama – sama bagus. Ow,ya semuanya saya kenal dari dunia seperti itu. Saya bingung sekali untuk memutuskan persoalan besar ini pak. Menurut pak ustadz saya harus pilih yang mana? Mohon dibalaz pak ustadz..

Tanggapan M Shodiq Mustika:

Baru berusia 18, sudah diminati banyak pelamar. Hebat. Bagi-bagi dong kiatnya gimana! Supaya temen2 lain, khususnya yang sudah 20-an ke atas, juga bisa gitu.

Mungkin karena banyaknya pilihan, jadi bingung deh. Eh, apa bener, penyebab bingung itu banyaknya pilihan? Saat pemilu, pilihannya lebih banyak. Tapi nggak bingung tuh!

Menurutku, kebingungan kita itu biasanya disebabkan oleh hal-hal lain yang lebih bersifat kualitatif daripada kuantitatif. Diantaranya:

* kurangnya ilmu mengenai cara efektif untuk tentukan pilihan
* kurangnya informasi mengenai alternatif-alternatif yang bisa kita pilih
* kurangnya dukungan terhadap pilihan yang hendak kita tentukan
* kurangsiapnya kita untuk menghadapi perubahan yang akan timbul lantaran penentuan pilihan itu
* kurang melibatkan Sang Maha Penentu

Kalau kurang ilmu, belajar dong! Berkonsultasi seperti ini merupakan bagian dari belajar. Tentu masih ada banyak cara lain. Diantaranya baca buku. ‘Kan ada banyak tuh buku tentang cara memilih yang efektif. Diantaranya: Istikharah Cinta: cara cerdas mendapatkan jodoh ideal.

Kalau kurang informasi, gali dong! Penggalian informasi yang paling efektif mengenai seseorang adalah melalui interaksi tatapmuka, terutama dari “bahasa nonverbal”-nya, seperti tatapan mata, bahasa tubuh, perilaku, dsb. (Kalau belum pernah bertatapmuka, pastilah kita kekurangan informasi walau mungkin belum menyadarinya). Kemudian untuk menyempurnakan informasi mengenai seseorang itu, kita perlu cari tahu dari sekurang-kurangnya dua orang “saksi” yang adil. Andai terlambat mengetahui bahwa orang itu ternyata telah beristri, bisa berabe, ‘kan? (Untuk contoh kasus, lihat “Harapan, Jodoh dalam Mimpi, dan Hukum Karma.)

Untuk memperoleh dukungan terhadap pilihan kita, dapatlah kita bermusyawarah dengan orang-orang yang kita harapkan dukungannya, seperti orangtua, saudara, dan sahabat dekat. Dukungan kuat akan kita dapatkan apabila kita memperkenalkan si dia sedini mungkin. (Lihat “Akrabilah keluarga si dia sedini mungkin!“) Untuk itu, semua teman lawan-jenis kita itu perlu kita perkenalkan. Kita tak usah menunggu mereka menjadi pacar kita atau apalagi menunggu saat si dia hendak melamar kita.

Supaya kita siap secara obyektif, kita perlu memenuhi sebagian besar dari “kriteria siap nikah”. (Lihat halaman Kriteria Siap-Nikah.) Ada kalanya, walau secara obyektif kita sudah siap, mental kita belum siap menghadapi perubahan. Nah, supaya mental kita siap, langkah yang paling efektif adalah doa & dzikir. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah, hati menjadi tenang. (Lihat Doa & Zikir Cinta.)

Untuk melibatkan Sang Maha Penentu, lakukanlah istikharah. Dengan istikharah, kita bisa memohon Dia memilihkan yang terbaik bagi kita, memohon Dia mentakdirkan yang sesuai dengan pilihan kita, atau pun memohon Dia memudahkan jalan untuk itu semua. (Lihat Istikharah Cinta: cara cerdas mendapatkan jodoh ideal.)

Seja o primeiro a comentar

Posting Komentar

  ©

TOPO