Tampilkan postingan dengan label Tips Stress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Stress. Tampilkan semua postingan

Pernahkan anda Menghadapi stress di kantor

Stres sudah menjadi sesuatu yang biasa dalam kehidupan dan biasanya terjadi karena aktivitas sehari-hari, entah itu karena pekerjaan, hubungan dengan kekasih atau masalah pribadi yang membuat Anda terpuruk. Untuk meminimalkan hal tersebut dan mengembalikan senyum di wajah Anda, berikut beberapa cara agar Anda dapat mengatasi dengan sumber stres Anda setiap harinya.

Kurangi sumber stres. Sebagai contoh, jika berada dalam kerumunan sangat mengganggu Anda, pergilah ke supermarket di mana Anda tahu pasti antriannya tak akan terlalu panjang. Cobalah menyewa video atau DVD daripada menonton di bioskop yang penuh orang. Bereskan hunian Anda dengan memberikan atau menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak berguna, atau bisa jadi Anda membuka garage sale merupakan salah satu cara terbaik untuk ini. [...]

Jika Anda selalu terlambat, coba pikirkan bagaimana Anda membagi waktu. Dimulai dengan berangkat kerja, katakanlah membutuhkan waktu 40 menit untuk sampai ke kantor, sudahkah Anda berangkat tepat waktu? Anda dapat menyelesaikan masalah dan mengurangi tingkat stres dengan hanya menjadi lebih realistis. Jika Anda selalu tidak punya cukup waktu untuk seluruh aktifitas penting, mungkin ini sudah suatu pertanda kalau Anda mencoba melakukan terlalu banyak. Sekali lagi, coba buat daftar apa yang Anda lakukan seharian dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan. Kemudian coba sederhanakan.

Hindari kemungkinan terjadinya stres yang masih bisa Anda prediksikan sebelumnya. Jika olahraga atau permainan tertentu bisa membuat Anda tegang (entah itu tenis atau catur), tolak ajakan untuk bermain itu. Kesimpulannya, inti dari segala aktivitas haruslah menyenangkan. Jika Anda yakin itu tidak seperti itu, tidak ada alasan untuk ikut melakukannya.

Jika stres terus tak bisa disingkirkan maka singkirkanlah diri Anda. Menghilanglah sebentar untuk menyendiri. Momen yang tenang ini akan memberikan suatu sudut pandang baru untuk mengatasi masalah. Jauhi orang-orang yang berpotensi menimbulkan stres. Sebagai contoh, jika Anda tidak cocok dengan mertua, tetapi tidak ingin menjadikannya itu menjadi suatu masalah, undanglah ipar-ipar yang lain di waktu yang bersamaan anda mengundangnya. Adanya orang lain di sekitar Anda akan meredam beberapa tekanan yang akan Anda rasakan.

Bersaing dengan orang lain, entah itu dalam keberhasilan, penampilan atau kekuasaan merupakan sumber stres yang tidak dapat dihindari. Anda mungkin tahu orang seringkali melakukan apa saja yang bisa menimbulkan keirian. Solusinya sebenarnya sangat sederhana, cobalah puas dengan apa yang Anda punya. Stres akibat keirian semacam ini hanya akan merugikan diri sendiri.

Perangkat kerja seperti handphone atau jaringan komputer, seringkali membuat kita terlalu menjejalkan banyak aktivitas dalam setiap harinya. Sebelum membeli peralatan baru, pastikan itu sungguh-sungguh akan mengembangkan hidup Anda. Berhati-hatilah, karena merawat dan menservis suatu peralatan dapat menjadi satu faktor pemicu timbulnya stres.

Lakukan hanya satu macam pekerjaan saja dalam satu waktu. Sebagai contoh, ketika berlatih di sepeda statis, Anda tidak perlu untuk mendengarkan radio atau melihat TV.
Ingatlah, terkadang tidak ada salahnya jika tidak melakukan apa-apa. Jika Anda mengalami insomnia, sakit kepala, demam yang tidak sembuh-sembuh atau gangguan perut, coba lihat apakah stres yang menjadi masalahnya. Terus menerus marah, frustasi atau gelisah akan menurunkan daya tahan fisik kita. Jika stres Anda menjadi semakin parah, carilah bantuan para ahli atau terapis. Tanda awal dari stres yang parah yaitu mulai hilangnya akal sehat dan keengganan bangun di pagi hari untuk menghadapi hari yang baru.
sumber : accentfashion.com

Bagaimana Cara Menghadapi Stress

Kiat berikut ini pernah saya baca di majalah Tarbawi, lupa edisi berapa. Ada beberapa yang saya kurangi atau tambah-tambahin tentu saja tanpa maksud untuk mengurangi nilai-nilai hikmahnya. Kurang lebihnya, maafkanlah…

#1. Kendalikan Keinginan.
Semakin kuat keinginan, ancaman stress semakin besar. Karenanya, kendalikan setiap keinginan. Bukan berarti tidak boleh mempunyai tekad kuat mencapai sesuatu. Hanya saja kadangkala kita tidak seimbang memposisikan diri dalam mengejar cita-cita. Lunakkan keinginan sehingga akhirnya bisa dicapai dan menjadi kenyataan.

#2. Kenali kemampuan dan potensi diri dengan baik.
Seseorang akan menjadi lebih bahagia bila mengetahui bahwa dirinya mampu melakukan sesuatu yang berguna, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Ingatlah bahwa Allah menciptakan kita dengan sebaik-baik bentuk.
Jadi, mengutip pendapat suami saya, saya hanya punya satu kelebihan yakni TIDAK PUNYA KEKURANGAN. semua yang ada pada diri saya adalah suatu kelebihan (lebih pendek, lebih pemarah, lebih …. pokoknya semua lebih deh!) Yakinlah bahwa setiap orang punya tugas dan kewajiban masing-masing di muka bumi ini dan untuk itu ia diciptakan dengan segala kelebihan yang dimilikinya, yang belum tentu dimiliki oleh orang lain.

#3. Berpikir positif.
Ada pepatah kuno yang mengatakan : “Lebih baik menyalakan lilin daripada menyalahkan PLN” (beneran ada pepatah seperti ini?). Maksudnya, daripada terus dongkol karena mati lampu, nyalain lilin dong! Kan jadi terang. Pake Emergency Lamp lebih bagus lagi.
Pokoknya gitu deh… Positive In, Negative Out.
Berhenti mencari kesalahan orang lain dan buatlah perubahan yang penting dilakukan pada diri sendiri.
Melihat segala sesuatu itu harus dari sisi baiknya. Jangan terus menerus memikirkan sisi negatifnya. Dengan kacamata hitam seperti itu, yang muncul adalah keinginan yang tidak dinginkan.

#4. Ekspresikan kesedihan, kekhawatiran, kegelisahan dalam berbagai bentuk.
Cobalah berbicara pada orang lain, menyanyi, tertawa (asal jangan berlebihan), nangis, atau menulis puisi seperti yang dilakukan Adit (bentar lagi orangnya datang nih!). Yang paling baik adalah menjalin persahabatan dengan orang-orang yang bisa memberi nasehat, menghibur dikala susah, mengingatkan dikala khilaf, pokoknya bersahabatlah dengan orang baik *seperti saya (protes = iri)*

#5. Tingkatkan iman.
Ini solusi yang paling penting.
Manusia itu terdiri dari 3 unsur : Fisik, Akal, Ruh. Ketiganya harus diberi makan agar tetap hidup dan berkembang.
Makanan fisik adalah : makanan dan minuman
Makanan Akal adalah : Ilmu pengetahuan (kenapa juga linknya ke tempat Rezki? Btw, tengkyu buat semua ilmunya)
Makanan Ruh adalah : Iman.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kelimanya memang gampang diucapkan dan dinasehatkan pada orang lain, tapi kenyataannya susah banget diterapkan. Perlu latihan ekstra dan semangat juang tinggi.
Kadangkala kita mengerti secara teoritis, tapi nyatanya kita tidak siap mental. Jadi terus SEMANGAT !!!!

  ©

TOPO